Tanaman lidah buaya dikenal dengan berbagai nama indonesia lidah buaya, nat buaya, letah buaya, Inggris crocodile tongues, Malaysia jadam, Spanyol salvia, Cina lu hui, dan Prancis, Portugis, Jerman aloe (Sudarto,1997).
Divisi : Spermatophyta
Subdivisi : Agiospermae
Klas : Monocotylledoneae
Famili : Liliales
Ordo : Liliaceae
Genus : Aloe
Species : Aloe vera
Semak menahun, tinggi 30-50 cm. Batang rebah ditanah, bulat, tidak berkayu. Daun tunggal, tebal berisi semacam lendir, bergetah kuning kehijauan, tepi daun terdapat duri-duri kecil dan kaku. Bunga majemuk bentuk malai, muncul diujung batang, benang sari enam, putik muncul keluar melekat pada pangkal kepala putik kecil, mahkota bunga panjang seperti terompet, jungga atau merah. Buah kotak, berkatup, hijau keputihan. Biji kecil hitam, akar serabut (Sudarsono, 1996).
Kandungan kimia
Khasiat
a) Vitamin
Lidah buaya kaya akan banyak vitamin D, khususnya vitamin A (beta- karoten), C, E dan juga mengandung sedikit vitamin B12, satu dari beberapa sumber tanaman yang mengandung vitamin ini.
b) Enzim
Beberapa jenis yang berbeda dari katalis biokimia bila digunakan secara oral akan membantu pencernaan dengan mencegah lemak dan gula. Khususnya bradikinase membantu mengurangi peradangan berat bila dioleskan bila diolekan pada kulit secara topikal dan oleh karena itu dapat pula mengurangi nyeri, sedangkan disisi lain membantu mencerna jaringan-jaringan yang mati pada luka.
c) Mineral
Mengandung kalsium, natrium, kalium, managn, magnesium, tembaga, seng, kromium, dan selenium sebagai antioksidan. Meskipun mineral dan unsur-unsur tersebut hanya dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, unsur-unsur tersebut sangat dibutuhkan bagi kebaikan fungsi berbagai sistem enzim dari jalur metabolisme yang berbeda ( furnawanti, 2002)
d) Gula
Gula diperoleh dari lapisan mucilago tanaman yang menyusun gel bagian dalam. Dikenal sebagai mukopolisakarida yang meningkatka sistem imun dan membantu proses detoksifikasi. Lidah buaya mengandung mono dan polisakarida, tapi yang terpenting adalah gula rantai panjang yang mengandung glukosa dan manosa atau gluko-manans. Gula ini diingestikan seluruhnya dari usus tidak dipecah sepeti gula lainnya dan muncul pada aliran darah dalam bentuk yang tidak berubah. Proses ini dikenal sebagai pinositosis. Pada saat berada dalam aliran darah, gula-gula ini mampu menggunakan efek regulasi imun yang dimilikinya. Beberapa polisakarida ini tidak diabsorbsi tetapi menempel pada sel-sel tertentu untuk melapisi usus mencegah absosbsi dari bahan-bahan yang tidak diinginkan.
e) Antrakuinon
Terdapat 12 senyawa fenolik yang secara ekslusif ditemukan pada bagian getah tanaman. Dalam jumlah kecil, senyawa-senyawa tersebut tidak menggunakan efek purgatifnya dan justru membantu absorbsi dari saluran pencernaan serta memiliki efek antimikroba dan pembunuh rasa sakit. Dalam beberapa minuman kesehatan, antrakuinon dihilangkan karena dapat mengakibatkan nyeri perut atau diare, tetapi akan menguntungkan bila berada dalam jumlah yang sedikit. Yang terpenting adalah aloin dan emodin yang berperan sebagai pembunuh rasa sakit. Kedua senyawa ini juga berfungsi sebagai antibakteri dan antivirus (F,irni, 2002)
f) Lignin
Merupaka senyawa yang mempunyai kemampuan penyerapan yang tinggi maka akan memeberikan kemudahan peresapan gel pada kulit
g) Saponin
Senyawa ini menyusun dari gel lidah buaya dan mampu membersihkan dan memiliki sifat antiseptik. Saponin berperan kuat sebagai antimikroba melawan bakteri, virus, jamur, dan kapang.
h) Asam lemak
Meliputi kolesterol, b-sisosterol, dan lupeol. Keempat steroid tanaman ini merupakan zat anti inflamasi yang penting.
i) Asam salisilat
Senyawa mirip aspirin yang memeiliki sifat antiinflamasi dan antibakakteri.
j) Asam amino
Tubuh memebutuhkan 22 asam amino dan gel lidah buaya memebutuhkan 20 asam amino. Yang lebih penting adalah lidah buaya menyediakan 7 dari 8 asam amino esensial yang tidak dapat disintesis oleh tubuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar