Rabu, 30 Desember 2009

SENYAWA FLAVONOID DARI DAUN JATI EMAS TECTONA GRANDIS 

Tanaman jati emas Tectona grandis merupakan jenis tanaman kayu yang banyak dibudidayakan karena memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Jati emas biasa digunakan untuk rehabilitasi lahan kritis dan merupakan tanaman kelas Angiosermae yang umumnya mengandung senyawa flavonoid. Flavonoid diketahui secara in vitro berpotensi sebagai antioksidan dan mengurangi aktivitas radikal bebas. Quersetin dan rutin merupakan senyawa-senyawa flavonoid yang biasa ditemukan dalam kelas Angiospermae.

Flavonoid merupakan senyawa yang larut dalam air, dapat diekstraksi dengan atanol 70%. Flavonoid mengandung sistem aromatik terkonjugasi sehingga mempunyai serapan yang kuat di daerah UV-Visibel.

 
1. Pembuatan Simplisia

a. Pengumpulan Bahan 
b. Sortasi Basah
    Di ambil bagian tumbuhan jati Emas yang diinginkan, bagian daun yang diambil.
c. Pencucian
    Bagian daun Jati Emas di cuci dalam air yang mengalir.
d. Pengeringan
    Dilakukan oleh sinar matahari langsung atau di oven dengan suhu 600C, dengan kadar air max     10%.
e. Penyimpanan
    Disimpan di tempat yang sejuk dan terlindung dari sinar matahari.

2. Ekstraksi Daun Jati Emas
   Proses yang biasa dilakukan untuk mendapatkan senyawa flavonoid adalah dengan metode        ekstraksi. Sebagai pembanding dilakukan proses ekstraksi dengan menggunakan peralatan          sokletasi. 

3. Identifikasi Daun Jati Emas
Untuk mengetahui jenis pigmen yang dikandung pada daun Jati Emas, dilakukan identifikasi dengan cara :
a. 500mg serbuk simplisia direfluks dengan 10ml metanol selama 10 menit, disaring diencerkan       dengan 10ml air. Didinginkan.
b. Ditambah 5ml eter minyak bumi, dikocok. Diambil lapisan metanol kemudian diuapkan.
c. Sisanya dilarutkan dengan 5ml etil aseatat.
  - Filtrat ditambah 500mg serbuk zink dan 2ml asam klorida 2N, didiamkan selama 1 menit. 
  - Filtart diuapkan, sisanya dilarutkan dalam etanol ditambah 100mg serbuk magnesium dan 10      tetes asam klorida pekat membentuk warna merah jingga sampai merah ungu, hal ini                menunjukan bahwa daun bunga sambung nyawa mengandung flavonoid.
4. Isolasi Senyawa Flavonoid
Untuk mendapatkan senyawa Flavonoid telah dilakukan isolasi melalui proses fermentasi fasa cair dan padat (submerged and solid state fermentation) dengan menggunakan mikroorganisme Aspergillus niger.
Kondisi optimum fermentasi fasa cair Aspergillus niger pada media 100% daun jati Tectona grandis adalah 48 jam pada pH rata-rata 3,75. Sedangkan pada proses fermentasi fasa padat kondisi optimum pada pH 3,8, agitasi 75 rpm dan kondisi maksimum waktu fermentasi adalah dua minggu. 
Analisis semi kuantitatif menggunakan peralatan HPLC Water 2487, kolom C18 panjang dimensi 25 cm X 4,6 mm dengan diameter 0,48 mm, eluen metanol : air (67,5:32,5) dengan laju alir 1 ml mnf'. 
Pada kondisi HPLC ini waktu retensi rutin dan quersetin berturut-turut adalah 3,32 mV.mnf' dan 5,52 mV.mnf. Untuk fermentasi fasa cair menghasilkan persen yield flavonoid, rutin dan quersetin berturut-turut 0,13%, 0,0001% dan 0,0002%. Sedangkan untuk fermentasi fasa padat diperoleh persen yield flavonoid, rutin dan quersetin berturut-turut 0,59%, 0,12% dan 0,10%. Untuk sistem ekstraksi diperoleh persen yield flavonoid, rutin dan quersetin berturut-turut 8,62%, 0,022% dan 0,023%.

Kegunaan Senyawa Flavonoid Di Bidang Farmasi
Flavonoid dalam tubuh manusia berfungsi sebagai antioksidan sehingga sangat baik untuk pencegahan kanker. Manfaat flavonoid antara lain adalah untuk melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antinflamasi, mencegah keropos tulang, dan sebagai antibiotik. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar